selamat datang

SELAMAT DATANG, WILUJENG SUMPING, WELCOME, DI DUNIA IPS SMPN 2 CIWARINGIN - KAB. CIREBON-JAWA BARAT, "BERSAMA KITA BISA MENUJU PERUBAHAN LEBIH MAJU"

Senin, 07 Oktober 2024

Perdagangan dan peran teknologi informasi dan komunikasi dalam perdagangan

 Apa yang Dimaksud dengan Perdagangan?

KOMPAS.com - Pengertian perdagangan merupakan salah satu cara mencari keuntungan yang paling umum dijumpai sehari-hari. Tapi apa yang dimaksud dengan perdagangan? Badan Pusat Statistik menulis dalam laman resminya, perdagangan adalah kegiatan yang terkait dengan transaksi barang dan atau jasa di dalam negeri dan melampaui batas wilayah negara dengan tujuan pengalihan hak atas barang dan atau jasa untuk memperoleh imbalan atau kompensasi. Perdagangan di Indonesia diatur di Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014. Dalam UU ini menyebutkan bahwa peranan pengertian perdagangan adalah sangat penting dalam meningkatkan pembangunan ekonomi. Tetapi dalam perkembangannya, pengertian perdagangan belum memenuhi kebutuhan untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional sehingga diperlukan keberpihakan politik ekonomi yang lebih memberikan kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi serta usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. 

Dalam perdagangan, ada yang disebut produsen yaitu pihak yang membuat atau menyediakan bahan untuk diperdagangkan. Kemudian konsumen adalah pihak yang membeli barang atau jasa yang diperdagangkan produsen. Harapan Reformasi Legislasi Artikel Kompas.id Berdasarkan situs Investopedia, apa yang dimaksud dengan perdagangan adalah konsep ekonomi dasar yang melibatkan pembelian dan penjualan barang dan jasa, dengan kompensasi yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual, atau pertukaran barang atau jasa antar pihak. Dalam dunia internasional, apa yang dimaksud dengan perdagangan memungkinkan negara-negara untuk memperluas pasar baik barang maupun jasa yang mungkin belum tersedia. Inilah alasan mengapa konsumen Amerika dapat memilih antara mobil Jepang, Jerman, atau Amerika. Sebagai hasil dari perdagangan internasional, pasar memiliki persaingan yang lebih besar dan oleh karena itu, harga yang lebih kompetitif, yang membawa pulang produk yang lebih murah ke konsumen. 

Sementara di pasar keuangan, apa yang dimaksud dengan perdagangan mengacu pada pembelian dan penjualan sekuritas, seperti pembelian saham di lantai Bursa Efek New York. Pengertian perdagangan secara luas mengacu pada transaksi mulai dari kompleksitas pertukaran kartu bisbol antara kolektor hingga kebijakan pengaturan protokol multinasional untuk impor dan ekspor antar negara. Pengertian perdagangan antar negara memungkinkan konsumen dan negara terpapar barang dan jasa yang tidak tersedia di negara mereka sendiri. Hampir setiap jenis produk dapat ditemukan di pasar internasional seperti makanan, pakaian, suku cadang, minyak, perhiasan, anggur, saham, mata uang, dan air. Tak hanya barang, jasa juga turut diperdagangkan seperti pariwisata, perbankan, konsultasi, dan transportasi. 

Produk yang dijual ke pasar internasional adalah ekspor, dan produk yang dibeli dari pasar internasional adalah impor. Impor dan ekspor dicatat dalam neraca pembayaran suatu negara. Pengertian perdagangan internasional tidak hanya menghasilkan peningkatan efisiensi tetapi juga memungkinkan negara-negara untuk berpartisipasi dalam ekonomi global dengan mendorong peluang investasi asing langsung (FDI), yaitu jumlah uang yang diinvestasikan individu ke perusahaan asing dan aset lainnya. Defisit perdagangan adalah situasi di mana suatu negara membelanjakan lebih banyak untuk impor agregat dari luar negeri daripada yang diperolehnya dari ekspor agregatnya. Defisit perdagangan menunjukkan arus keluar mata uang domestik ke pasar luar negeri. Ini juga dapat disebut sebagai neraca perdagangan negatif.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa yang Dimaksud dengan Perdagangan?", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/12/08/184620526/apa-yang-dimaksud-dengan-perdagangan?page=all#page2.



Apa Manfaat Penggunaan TIK di Bidang Perdagangan?
May 22, 2021 | Blog, Article, Featured

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah membuat perubahan pada cara manusia dalam memeroleh informasi serta cara berkomunikasi. Hingga di masa seperti saat ini, proses komunikasi tidak lagi dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu.

Kehadiran TIK menjadi alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi dengan lebih cepat, lengkap, akurat, transparan, dan mutakhir.

Sangat banyak bidang atau sektor yang pada akhirnya merasakan dampak positif dari perkembangan TIK, seperti dalam bidang pendidikan, pemerintahan, perbankan, kesehatan, juga perdagangan.

Bidang perdagangan menjadi salah satu bidang yang mengalami perubahan besar kerena perkembangan TIK.

Sebagai gambaran nyata, dahulu saat ingin berbelanja, Anda sebagai pembeli harus pergi ke pusat perbelanjaan. Sangat beda dengan masa sekarang, Anda cukup memesan barang melalui internet atau sering dikenal dengan Electronic Commerce (e-commerce), maka barang yang Anda inginkan bisa langsung dikirimkan langsung ke rumah Anda.

Seperti yang dikutip dari laman Indonesia.go.id, tren belanja melalui e-commerce di Indonesia akhirnya membuat bisnis perdagangan menjadi digital.

Diproyeksikan, perdagangan secara digital ini akan tumbuh 33,2 persen dari tahun 2020, dari angka Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun pada tahun 2021.

Selanjutnya, dilansir dari laman Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), melalui penggunaan TIK di bidang perdagangan, pada pedagang maupun perusahaan bisa mendapatkan kemudahan atau keuntungan yang turut membantu dalam meningkatkan jumlah laba yang didapatkan.

Manfaat Penggunaan TIK di Bidang Perdagangan
Lalu, apa saja manfaat penggunaan TIK di bidang perdagangan tersebut? Manfaat penggunaan TIK di bidang perdagangan ada beberapa, di mana hal ini terbagi menjadi dua sudut pandang, dari sudut pandang penjual dan pembeli.

Dari sudut pandang penjual antara lain:

1. Perusahaan bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini karena pembeli yang tidak dibatasi tempat maupun waktu.
2. Kemudian, perusahaan tidak perlu membuka cabang distribusi.
3. Terdapat pengeluaran yang lebih sedikit karena tidak butuh karyawan yang begitu banyak.
4. Harga barang jadi lebih murah, ini karena biaya operasional yang bisa ditekan dan lebih murah.

Sedangkan dari sisi pembeli, turut merasakan keuntungan karena adanya perkembangan TIK dalam bidang perdagangan, seperti:

1. Pembeli tidak perlu ke toko untuk membeli barang yang dibutuhkan.
2. Dengan begitu, maka pembeli bisa menghemat waktu serta biaya perjalanan.
3. Bahkan, pembeli juga bisa membeli barang dari luar negeri dengan lebih murah.
4. Kemudian, para pembeli juga bisa membandingkan harga melalui internet.

Namun, kemudahan-kemudahan yang bisa dirasakan saat ini tidak luput dari masalah. Sebab, rendahnya literasi digital masyarakat menjadi hal yang cukup berperan terhadap timbulnya masalah-masalah tersebut. Itulah mengapa dibutuhkan pemahaman lebih dalam lagi mengenai literasi digital dan seluruh aspek-aspek yang ada di dalamnya.


Video Perkembangan Transaksi Ekonomi di Era Digital

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3CGOV319VcM






Tidak ada komentar:

Posting Komentar